Monday, July 07, 2008

Kias bicara

Tidak lepas2 tangan manusia yang banyak memegang2 dan menyentuh2 permukaan sutera yang ‘tinggi’ harganya. Dari jauh manusia datang, segenap pelusuk inci dan ruang, lalu menyentuh2 dan memuji2 kehalusan bebenang. Ada yang sekadar melihat2 saja, dan ada juga yang terus membelinya. Dan dari kejauhan batik lepas yg terhidang itu jarang dipandang orang. Dan kalau terpandang pun jarang2 dibawa pulang

Untunglah menjadi sutera. Biar kelam dan basi rupa, asal namanya sutera, pasti disarung ke mana2. Dan batik lepas pula, sekadar peneman waktu malam. Dan memenutup tubuh saat hadir kematian yang tak mampu dikekang. Meneman kujur tubuh yg dingin kejang

Senyaman mana pun bersarong batik, seselesa mana pun menyimpulnya, ia kekal menjadi batik juga. Lantas sudah tentulah tidak akan dibawa kemana2. Kekal tersimpan dan disimpan saja. Sampai renyuk dan hilang rupa

Namun yg sutera itu dipuji2 melangit tinggi. Dibawa kesana kemari. Tetap dibeli walaupun kini lebih banyak dijual sutera yang tidak asli. Semuanya sandiwara dan pura2. Sekadar menyandang nama tanpa tenunan yang serupa. Benar, hanya bersandar dan berpasak NAMA

Dan kekal sampai bila2 pun batik itu hanya mampu tergantung. Menunggu insan yang sudi menjunjung. Dengan tilikan dan firasat hati yang menggunung. Menghargai batik teragung!

ww: di saat2 thanatos menyerang lobus!

6 comments:

hans said...

haha3..
just copy n edit a little for the posting about subsidy...

nice article right?

hans said...

haha3..
just copy n edit a little for the posting about subsidy...

nice article right?

Hartini Omar said...

hans,
seriously good. open my mind. n wish open others' too

denanz said...

salam.
batik yang tergantung, bukan kerana tidak beruntung. tetap ia menjadi pelindung, selamanya kan tetap agung.

denanz said...

hartini. maaf. tanpa mohon kebenaran anda, blog ini dah saya link ke blog saya. menarik dan saya suka melayarinya.

Hartini Omar said...

denanz,
saya izinkan
-terima kasih banyak
-salam perkenalan