Friday, February 15, 2008

Apa nikmatnya tanah ini…

Apa nikmatnya tanah ini
Pada gunung ganang yang tinggi melangit
Pada sumur ladang yang mengalir ke parit
Di sana ada deru angin dan nyiur
Menggambarkan kehidupan aman makmur

Apa nikmatnya tanah ini
Pada luas alam dan lautan tak bertepi
Pada indah mahligai tinggi bangunan tak terperi
Di sana muncul nikmat harta dan kekayaan
Menggambarkan kesenangan tak bersempadan

Apa nikmatnya tanah ini
Bila pekan, pulau dibangunkan Hadhari
Lalu ladang dan kebun tergadai dijual beli
Meninggalkan Si tua terkebil di hujung negeri
Diumpan dengan tepung sekampit beras seguni

Apa nikmatnya tanah ini
Bila hasil tanahnya memberi kaya raya
Tapi bukan pada petani nelayan dan anak bangsa
Yang kaya cuma si hidung mancung, si botak kepala
Yang sering melawat dengan kereta lumba dan kapal layarnya

Apalah tinggalnya kenikmatan tanah ini
Andai yang bersuara hanyalah penginap astaka
Sedang yang di bawah hanya diam mengangguk saja
Di situ konon letak duduk demokrasi
Yang dibeli pemimpin dengan rasuah dan korupsi

Apa nikmatnya tanah ini
Bila pemimpin hanya tahu tabur janji
Mengabur mata manusia dengan saguhati dan naik gaji
Sedang jenayah tak pernah mati dan berhenti
Merobek meragut ummah tanpa disedari

Apa nikmatnya tanah ini
Di kerdip mata segalanya indah nikmat
Di balik minda segalanya hancur lumat
Pada tangan kita ada cara memulihkannya
Pada tangan kita ada pangkahan amat berguna

Mari nikmati kenikmatan tanah kita…..



Hartini Omar - 15 Feb 2008

2 comments:

Kak Aishah said...

Hmmm....setelah membaca beberapa nurkilan Tini akak rumuskan begini.
Dlm sendu ada lagumu
Dlm tawa ada tangismu
Dlm riuh ada bisumu
Dlm keluh ada semangatmu
Dlm suka ada sindirmu
Semoga rahmat Illahi sentiasa mengiringi perjalanan hidupmu
"Teruskan berkarya"...

hartini omar said...

kak aishah,
-aku tidak mampu lagi mengucapkan terima kasih kerana kata2mu itu telah membuatkan aku merasai keharuan dan kesyahduan, dan mana mungkin aku cuma mampu mengucapkan sekadar terima kasih
-aku hargai segalanya, tak terlafazkan dengan kata
-untuk dikau juga kudoakan sejahtera, begitulah hendaknya